Fenomena Anak Jalanan

Istilah anak jalanan sudah tidak asing lagi di telinga kita saat ini karena disetiap penjuru kota, kita dapat dengan mudah menemukan mereka. Anak jalanan atau biasa disingkat anjal adalah potret kehidupan anak-anak yang kesehariannya sudah akrab dijalanan.

Lalu apa sebenarnya yang terjadi dengan anak-anak ini? Mereka yang tergolong kecil dan masih dalam tanggung jawab orang tuanya harus berjuang meneruskan hidup sebagai anak jalanan dan terkadang mereka menjadi sasaran tindak kekerasan dari orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Tapi ada juga sebagian orang tua yang dengan alasan untuk membantu ekonomi keluarga, menganjurkan agar anak-anaknya untuk menghabiskan masa kecilnya sebagai anak jalanan.

Anak jalanan pada umumnya adalah kaum muda yang sebenarnya adalah aset negara yang berharga. Sebagai modal kekuatan bangsa kaum muda ini harus disiapkan sedini mungkin dan ini menjadi tugas orang dewasa. Namun banyak dari mereka yang mengesampingkan pendidikan bagi anak-anaknya karena kurangnya biaya dan keterbatasan keadaan ekonomi. Keadaan itulah yang mendorong mereka untuk turun ke jalanan membantu orang tua mereka. Salah satu yang dapat menjadi alasan adalah kurang dapat membatasi jumlah anak dalam keluarga. Akibat kurangnya penanganan jumlah anak, keadaan ekonomi pun tidak dapat dikendalikan karena besarnya biaya tanggungan keluarga.  Tapi tidak semua anak jalanan berasal dari keluarga yang tinggal di jalanan. Ada beberapa anak jalanan yang berasal dari keluarga berekonomi menengah keatas yang memutuskan turun ke jalanan karena keadaan hubungan keluarga yang kurang terjalin dengan baik. Faktor “broken home” juga menjadi salah satu permasalahan timbulnya anak jalanan. Orang tua juga seharusnya lebih memberi perhatian kepada anak-anak mereka agar mereka pun nyaman untuk berada di rumah. Peran orang tua adalah salah satu yang terpenting dalam menangani fenomena ini. Selain itu, perhatian pemerintah terhadap rakyat menengah kebawah dalam ekonomi dan pendidikan juga diperlukan untuk memperbaiki cara berpikir dan pandangan orang tua terhadap anak-anaknya.

 

Kelompok Tugas Manajemen:

– Dewi Arnieta Meilillah (21212944)

– Josina Christina (23212974)

– Maulida Ulfa (24212493)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s