About News Presenter

news24presenters240707_500
Newspresenter, secara umum, adalah orang yang mempresentasikan sebuah program berita di TV, Radio, atau Internet. Istilah ini tidak digunakan secara umum oleh orang di dalam industri (pertelevisian), karena mereka cenderung menggunakan istilah yang lebih terdeskripsi atau kadang-kadang khusus (sesuai negara). Contohnya adalah “newsreader“, “newscaster“, dan “newsanchor“.

Pembedaan Peran

Newscaster

Newscaster adalah presenter berita yang dia sendiri adalah sebagai reporter aktif, yang juga berperan dalam proses pembuatan naskah berita bagi bulletin berita tersebut.

Sebelum era televisi, siaran berita radio sering mencampurkan antara berita dengan opini di mana masing-masing presenter memiliki gaya yang berbeda-beda. Presenter semacam ini sering pula disebut sebagai komentator. Presenter berita terakhir dalam tipe ini adalah Paul Harvey. Istilah newscaster menjadi umum untuk membedakan antara presenter dari berita umum dengan komentator.

Akan tetapi, di Inggris, presenter yang bekerja di ITN sering disebut sebagai newscaster (sudah dimulai semenjak 1950-an), sementara yang bekerja di BBC menyebut diri dengan newsreader.

Newsanchor

Di Amerika Serikat dan Kanada, presenter dari program berita, lebih sering disebut sebagai newsanchor (kadang kala disebut anchorperson, anchorman, atau anchorwoman), dan bukan sebagai “newscaster“. Anchorman adalah orang yang mempresentasikan materi yang telah dipersiapkan untuk program berita, dan, kadang kala, harus pula berimprovisasi komentar untuk presentasi langsung. Banyak newsanchor yang terlibat juga dalam proses pembuatan atau pengeditan berita.

Istilah “anchorman” pertama kali dikemukakan oleh produser Don Hewitt, dan PBS mencatat penggunaan pertama kali pada tanggal 7 Juli 1952, untuk mendeskripsikan peran Walter Cronkite dalam Konvensi Partai Republik dan Partai Demokrat. Menurut Hewitt, istilah ini mengacu pada “anchor leg” dalam balapan relay.

Cara mengembangkan wawasan serta menjadi News Anchor yang handal :

1. Mempunyai News (jurnalis) Instinct yang kuat

2. Membaca, menganalisis serta menarik kesimpulan dari Issue yang sedang hangat.

3. tidak bersikap stereotif (cepat menyimpulkan )

4. Artikulasi harus diperhatikan (Tidak cadel dan tidak medok).

5. ekpresi harus menunjukkan percaya diri. Bahkan kalau bisa mempengaruhi pemirsa dengan cara mengkerutkan dahi atau tatapan mata yang tajam disesuaikan dengan berita yang disajikan, namun untuk opening, closing, iklan serta Feature dibawakan dengan smilyng voice.

6. Memahami tentang kondisi Sosio cultural Coverage area Stasiun TV

7. Pahami isu luar negeri hal ini dimaksudkan agar News Anchor bisa memproyeksikan issue luar negeri, menjadi issu lokal maupun nasional

8. Kemampuan analisis yang tajam, serta bersikap kritis pada saat wawancara, maka hal ini bisa dilakukan dengan teknik wawancara devil advocat

9. Memantapkan kembali motivasi untuk menjadi News Anchor.

beberapa aspek penting yang harus diperhatikan oleh seorang presenter, yaitu:

  1. Kenali diri (know your self).

    Mengetahui dengan pasti kelebihan-kelebihan dirinya yang dapat dipakai sebagai modal untuk ditonjolkan dan dipublikasikan. Jadi harus punya rasa dan percaya diri.

  2. Kepribadian (image personality).

    Penentuan brand image hendaknya dilakukan pertama kali saat akan memulai karier ini, sebagai contoh mau memilih image ‘serius’ atau ‘humoris’selanjutnya harus konsisten dengan tersebut guna memilih acara-acara yang sesuai dengan image yang image yang ingin ditonjolkan. Sebaiknya tetap konsisten pada pilihan awal, karena sekali kita terlibat dalam suatu pekerjaan akan menentukan image selanjutnya.

  3. Karakter yang baik (great character).

    Menjaga sikap-sikap tertentu agar mendapat kepercayaan rekan bisnis seperti tepat waktu, disiplin, selektif terhadap pemilihan acara, dan sebagainya.

  4. Pengaturan waktu (time management).

    Pengaturan waktu adalah aspek penting yang harus diperhatikan oleh seorang presenter. Misalnya harus datang menerima brief dari klien, hal ini dilakukan untuk mencegah kemungkinan terjadinya salah persepsi ketika membawa acara, harus tepat waktu berkaitan dengan persiapan acara.

Tips lainnya seperti dipaparkan presenter ternama Tantowi Yahya adalah seperti berikut ini : menjadi seorang presenter bukan hanya menjadi seseorang yang berbicara di depan khalayak, tetapi juga harus mampu mengajak khalayak larut dalam topik yang dibawakan. Hal-hal yang harus diperhatikan untuk menjadi presenter yang baik, adalah sebagai berikut :

  1. Penggunaan humor

    Penggunaan humor dalam suatu presentasi merupakan senjata yang ampuh untuk merebut hati khalayak dan keluar dari krisis. Cara ini dianggap efektif karena sangat membantu mengurangi ketegangan dan kebosanan khalayak. Walaupun begitu, tidak semua presenter bisa menyampaikan humor yang dapat membuat khalayak terhibur. Jika seorang presenter tidak mempunyai kemampuan untuk itu, sebaiknya jangan dipaksakan, karena hal itu malah menimbulkan kesan konyol.

  2. Bahasa tubuh

    Penggunaan bahasa tubuh yang baik dan benar dapat mempermudah seorang pembicara dalam menyampaikan sesuatu. Dalam beberapa kasus, bahasa tubuh ternyata lebih komprehensif daripada kata-kata. Bahasa tubuh dalam konteks pembicara terbagi menjadi:

    A. Pakaian. Cara berpakaian akan menunjukkan dari kelompok mana seseorang berasal. Melalui pakaian, kita harus berusaha untuk diakui oleh khalayak yang kita hadapi agar dianggap satu dengan mereka. Oleh karena itu kita harus menyesuaikan diri siapa khalayak yang kita hadapi. Berpakaian pada saat berbicara tidak perlu harus mewah. Jangan sampai khalayak memperhatikan apa yang kita kenakan, bukan apa yang kita bicarakan. Intinya, dalam berpakaian, kita harus menyesuaikan jenis khalayak dan di mana kita tampil.

    B. Gerakan tubuh/ postur. Postur atau gerakan tubuh yang kita tampilkan di depan akan memberikan gambaran sikap. Cara berjalan saat pertama kali muncul harus kita perhatikan. Pastikan kedua kaki lurus pada waktu melangkah. Jangan berlenggang dan berjalan terlalu tegap, usahakan tenang dan penuh kewaspadaan. Tegakkan kepala dan pandang khalayak dengan mata yang antusias dan penuh senyum. Ketika berbicara, pastikanbagian atas tubuh lurus sehingga paru-paru mempunyai ruang yang cukup untuk bernafas.

    C. Kontak mata. Kemampuan menciptakan kontak mata dengan khalayak pada saat berbicara adalah kemampuan yang harus dimiliki oleh seorang pembicara. Kontak mata adalah kontrol yang ampuh untuk mengetahui apakah kita pembicara yang membosankan atau menyenangkan. Dari mata khalayak, kita bisa mengetahui apakah ia menikmati pembicaraan atau tidak.

    D. Gerakan tangan. Gerakan tangan menunjukkan antusiasme kita terhadap acara dan khalayak. Gerakan tangan yang kita perlihatkan saat tampil di depan sebaiknya tidak berlebihan. Kita bisa mempelajari gerakan tangan dengan melihat bagaimana orang di sekitar kita berbicara sambil menggerakkan tangan dalam kehidupan sehari-hari. Engan cara ini, kita bisa melihat gerakan tangan yang wajar, sehingga tidak berlebihan.

    E. Ekspresi wajah. Munculkan ekspresi wajah yang rileks, bersahabat, ramah dan menyenangkan melalui senyum yang tulus.

  3. Kontrol suara

    Faktor penting yang mendukung penampilan kita di depan khalayak saat berbicara adalah suara. Penyampaian vokal yang baik bisa kita dapat melalui penguasaan terhadap 3 hal, yaitu:

    A. Pernafasan. Untuk berbicara di depan publik diperlukan ruang suara yang solid agar dapat menyampaikan kalimat yang lebih panjang dari biasanya. Jangan juga makan terlalu banyak sebelum bicara karena makanan akan mempersempit ruang oaru-paru.

    B. Ekspresi. Suara yang baik tidak akan berarti tanpa ekspresi yang baik. Tiga elemen penting yang harus diperhatikan dalam ekspresi adalah:

    1. Pitch (tinggi rendah suara). Setiap orang memiliki pitch yang berbeda dan tergantung pada situasi apa ia berada. Dalam konteks berbicara di depan publik, suara tinggi biasanya disebabkan oleh rasa gugup yang tidak terkontrol. Pitch tinggi dalam public speaking dapat disiasati dengan cara latihan intensif, kalau perlu dengan instruktur.

    2. Pace (kecepatan berbicara). Dalam berbicara di depan khalayak sebaiknya jangan terlalu cepat. Hal ini dilakukan agar khalayak memiliki waktu untuk mendengar dan menelaah kata-kata yang disampaikan oleh pembicara. Tempo cepat diperlukan untuk menunjukkan sikap enerjik, sedang tempo lambat diperlukam pada topik-topik penting. Tips yang bisa kita lakukan dalam mengntrol tempo adalah berhenti sejenak sebelum dan sesudah menyampaikan pernyataan yang oenting dan panjang, ambil nafas, dan sesekali melihat ke arah khalayak.

    C. Phrasing (pemenggalan kalimat). Pemenggalan kalimat harus diperhatikan tidak hanya untuk mengatur nafas, tetapi juga dalam penyampaian makna. Arti kalimat akan berbeda jauh dengan makna sebenarnya jika salah memenggal kata atau kalimatnya.

Sumber :

https://asiaaudiovisualexc09arifsunanta.wordpress.com/2009/06/01/perbedaan-antara-tugas-dan-fungsi-news-presenter/
http://newsanchoradmirer.wordpress.com/2009/06/01/pengertian-news-presenter/
http://kiatmandiri.wordpress.com/2012/10/04/menjadi-presenter-televisi-yang-baik/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s